Home / Artikel / Cara Menyimpan Jagung Agar Tahan Lama

Cara Menyimpan Jagung Agar Tahan Lama

Cara Menyimpan Jagung Agar Tahan Lama – Agar jagung dapat bertahan lama pada saat penyimpanan dibutuhkan cara menyimpan jagung yang baik. Sampai saat ini mutu jagung di tingkat petani pada umumnya kurang memenuhi persyaratan kriteria mutu jagung yang baik, karena tingginya kadar air dan banyaknya butir rusak. Untuk pengukur kadar air itu sendiri sebenarnya sudah tersedia solusinya yaitu dengan bantuan alat pengukur kadar air (Moisture Meter) dengan pembacaan analog maupun digital. Alat pengukur kadar air banyak juga jenisnya silahkan dilihat di halaman produk alat pengukur kadar air.

Cara Menyimpan Jagung Agar Tahan LamaDalam prakteknya pada waktu panen produksi jagung melimpah sehingga harganya murah, sedangkan pada waktu paceklik harganya menjadi mahal. Oleh karena itu, penyimpanan sangat diperlukan untuk mengatasi kelebihan produksi pada musim panen raya untuk dimanfaatkan pada saat paceklik.

Para petani menjual jagung hasil panennya karena mereka mangalami kesulitan menyimpan jagung pipil untuk waktu lama. Selama penyimpanan jagung pipil, terjadi kehilangan sekitar 9,6 – 20,2% karena serangan serangga tikus dan jamur. Jagung pipil berkadar air 9,6% yang disimpan dalam karung goni hanya tahan disimpan sampai 6 bulan dengan kerusakan 10,34% dan bila disimpan selama 8 bulan maka kerusakannya mencapai 34,01%.

Beberapa usaha untuk mencari teknik cara menyimpan jagung agar tahan lama terus dilakukan. Untuk penyimpanan jagung yang perlu diperhatikan adalah kadar air 1-2% dibawah kadar air seimbang dengan kelembaban maksimum 80%. Usahakan wadah dapat mempertahankan bahan tetap kering dan dingin serta dapat melindungi terhadap serangan serangga dan tikus.

Biji jagung yang disimpan harus benar benar bersih dan mulus, hal ini dapat dilihat dari hasil sortasi bijinya, seperti yang telah disebutkan di atas.

Permasalahan yang dihadapi petani jagung salah satunya adalah proses penyimpanan. Proses penyimpanan sangat perlu diperhatikan karena mempengaruhi kualitas jagung sehingga akan menentukan harga jual jagung yang dihasilkan. Upaya untuk mempertahankan kualitas jagung pada waktu penyimpanan dan pergudangan dapat ditempuh dengan menggunakan kabon disulfida (CS2), penyimpanan diatas para-para, penyimpanan dengan karung dan penyimpanan dengan silo bambu semen, sedangkan untuk penyimpanan benih jagung dengan menggunakan jerigen plastik, botol dan wadah dari logam.

Cara Menyimpan Jagung Agar Tahan Lama

Beberapa Cara Penyimpanan Jagung

Menggunakan Karbon Disulfida (Cs2)

Penggunaan karbon disulfida (CS2) cair dapat menekan kerusakan jagung pipil selama penyimpanan. Teknik penggunaan CS2 tidak sulit, karena CS2 cair mudah teroksidasi, sehingga terbentuk CO2 dan SO2 yang bersifat toksin terhadap serangga (inago, larva dan telur), serta menghambat mikroorganisme. Penggunaan CS2 dosis 0.25 cc/kg jagung pipil dapat memperpanjang daya simpan jagung pipil sampai dua tahun dengan kerusakan kurang dari satu persen.

Cara Kerja
• Pengemas jagung pipil yang digunakan harus kedap udara, karena hasil oksidasi CS2 adalah gas CO2 dan SO2.
• Tempatkan CS2 cair dalam botol dengan dosis 0,25 cc/Kg jagung pipil dengan kadar air sekitar 10% kemudian ditutup agak renggang. Penutupan agak renggang agar CS2 cair ini menguap secara perlahan-lahan kemudian mengalami oksidasi. Apabila jumlah jagung yang disimpan cukup banyak, misalnya dua ton atau lebih, maka penempatan botol berisi CS2 tersebut dapat dilakukan di beberapa tempat di bagian tengah.
• Setelah penempatan botol berisi CS2 dalam kemasan jagung selesai dilakukan, maka pengemas jagung segera ditutup rapat.
• Selanjutnya jagung disimpan dalam ruang penyimpanan yang dijaga kebersihannya.

Penyimpanan Di Atas Para-Para

Penyimpanan jagung dapat dilakukan dalam bentuk tongkol berkelobot pada parapara yang ditempatkan di bawah atap maupun di atas dapur. Dapat pula dilakukan dalam bentuk tongkol pada para-para dan pada langit-langit rumah yang dilengkapi dengan kawat anti tikus. Untuk penyimpanan jagung dalam tongkol berkelobot dianjurkan hanya pada jagung yang kelobotnya menutup seluruh tongkol.

Para-para di atas dapur dapat memperoleh asap dari kayu yang dibakar sewaktu masak di dapur. Asap tersebut meninggalkan residu yang bersifat anti terhadap bakteri, jamur maupun serangga. Dengan demikian dapat menjamin jagung disimpan dalam waktu yang cukup lama.

Penyimpanan Dengan Karung
Faktor utama yang perlu mendapatkan perhatian adalah kebersihan dan ketahanan dari jenis wadahnya. Wadah harus bersih dan tidak bocor, dengan demikian selama dalam wadah, biji jagung tidak mudah mengalami serangan oleh hama dan penyakit. Oleh sebab itu gunakan karung plastik yang dilapis dengan karung goni. Setelah itu ikatlah erat-erat atau dijahit sepanjang lubang secara kuat dan rapih.

Kondisi demikian akan mempermudah dalam pengangkutan serta akan mengurangi kehilangan hasil akibat banyaknya jagung yang tercecer selama dalam pengangkutan. Khususnya bagi jagung pipilan, tingkat kehilangan karena tercecer kemungkinan lebih besar bila dibanding dengan jagung tongkol.

Dalam bentuk pipilan, jagung dapat disimpan dalam karung goni, karung plastik, bakul besar dan kotak kayu. Bahkan dalam jumlah yang besar dapat disimpan dalam bentuk curah di dalam gudang atau silo-silo. Dalam kondisi demikian, perlu pengaturan terhadap kadar air, suhu penyimpanan dan kelembaban udara (RH) secara stabil.

Penyimpanan dalam bentuk pipilan sebaiknya kadar airnya diatur setelah mencapai 13-14%. Karena kadar air di atas 14% merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan jamur. Kontaminasi jamur dapat memproduksi bermacam-macam toxin (racun) antara lain aflatoksin dan hama-hama gudang, sehingga menyebabkan kerusakan. Wadah yang digunakan sebaiknya menggunakan karung plastik (plyethelene), karena jagung yang disimpan dalam karung plastik ternyata mempunyai daya simpan lebih lama dibanding jagung yang disimpan dalam karung goni.

Wadah yang digunakan sebaiknya dibersihkan terlebih dulu, bila perlu disemprot dengan cairan insektisida Silosan 25 EC 2% dan Damfin 50 EC dosis 500 cc / 10 lt untuk 500 m2.

Penyimpanan Dengan Silo Bambu Semen
Untuk tujuan konsumsi, jagung dapat disimpan dalam silo bambu semen. Silo ini mudah didapat karena bahan bangunannya mudah diperoleh di pedesaan. Kapasitas silo adalah 1.000 kg (1ton) dengan ukuran 125 cm dan tinggi 100 cm. Silo tersebut dapat digunakan selama 20 tahun.

Cara penyimpanannya yaitu jagung pipilan dikeringkan sampai kadar air mencapai 12,5 – 13 %, kemudian diangin-anginkan selama 2 – 4 jam dan dimasukkan ke dalam silo. Sebelum jagung dimasukkan ke dalam silo, pada dasar silo dilapisi plastik satu lapis untuk menghindari masuknya lengas tanah secara kapiler ke dalam silo.

Cara lain yang dapat ditempuh adalah membuat landasan silo dari lapisan kerikil dan lapisan pasir. Penyimpanan jagung dengan silo bambu semen dapat bertahan 4 – 8 bulan tanpa ada hama gudang.

Penyimpanan Dengan Silo Bambu Semen

Jadi dapat disimpulkan bahwa cara menyimpan jagung agar tahan lama masih menjadi kendala bagi para petani dikarenakan minimnya pengetahuan akan mengukur kadar air biji jagung agar bisa bertahan lama jika disimpan baik menggunakan kabon disulfida (CS2), penyimpanan diatas para-para, penyimpanan dengan karung maupun penyimpanan dengan silo bambu semen. Jadi Moisture Meter atau alat pengukur kadar air bijian ini sangat dibutuhkan agar dapat dengan mudah mengetahui kadar air dari biji jagung yang akan kita simpan

Untuk alat pengukur kadar air jagung saya sarankan menggunakan alat JV-001S Alat Ukur Kadar Air Bijian karena alat pengukur kadar bijian ini selain bisa mengukur kadar air jagung juga bisa untuk mengukur sampai 20 macam bijian. Silahkan baca juga penanganan pasca panen dan pengolahan jagung.

Sumber : Balittan Sukamandi, 1993
kaltim.litbang.pertanian.go.id/ind/pdf/penyimpananjagung

Informasi dan pemesanan produk Cara Menyimpan Jagung Agar Tahan Lama, silahkan hubungi kami melalui yang tertera dibawah ini.

About admin

Hidup Hanya 2 Kali, Di Dunia dan Di Akhirat. Lakukan Apa Yang Ingin Kamu Lakukan Dan Jangan Lakukan Apa Yang Tidak Ingin Kamu Lakukan.Jika Kamu Menjadi Dia Maka Siapa Yang Menjadi Kamu ??
free webpage hit counter