Home / Artikel / Pengujian Kekerasan Obat

Pengujian Kekerasan Obat

Pengujian Kekerasan Obat – Apa yang Anda lakukan bila Anda sakit? tentu Anda akan mengobatinya bukan. Langkah pertama yang Anda lakukan pastilah meminum obat karena dapat membantu dalam mengurangi rasa sakit. Selain itu obat juga dapat mencegah dan mengobati dari penyakit yang ada di dalam tubuh makhluk hidup.

Pengujian Kekerasan Obat

Karenanya dalam dunia medis, penggunaan obat merupakan hal penting karena dengan obat maka akan membantu pasien dalam menyembuhkan penyakit yang sedang dideritanya. Obat sendiri bisa kita dapatkan mulai dari apotek, rumah sakit hingga warung biasa, namun obat yang dijual di warung adalah jenis obat untuk mengatasi penyakit ringan tanpa memerlukan resep dokter.

Obat sendiri dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu bentuk tablet, kapsul dan cair. Tahukah Anda, walaupun ada jenis obat yang mempunyai khasiat yang sama namun proses pembuatan keduanya berbeda.

Pengujian Kekerasan Obat

Sebagai contohnya adalah jenis obat tablet yang diproduksi dalam bentuk padat dimana pembuatan obat tablet bisa melalui dua tahap yaitu tahap tablet cetak dan tablet kempa.

Sedangkan obat jenis kapsul adalah obat yang dilapisi oleh cangkang lunak yang dapat larut di dalam pencernaan. Di bagian dalam cangkang tersebut terdapat serbuk obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit. dan berbeda lagi dengan obat yang dibuat dalam bentuk cair yang bisa dilarutkan kedalam air sehingga praktis untuk dan biasanya untuk pasien yang takut atau trauma dengan obat tablet atau kapsul.

Untuk membuat obat yang tahan lama biasanya akan melewati proses pengujian untuk menentukan kualitas dan tahan lama dari obat tersebut. Pengujian obat akan dilakukan dengan menggunakan alat uji yang tidak merusak seperti Hardness Tester untuk mengukur kekerasan obat. Pengujian ini dilakukan guna mengetahui tingkat kekerasan obat tablet tersebut untuk menentukan tanggal kadaluwarsanya.

Pada proses pengujian, obat berbentuk tablet tersebut akan diukur menggunakan alat ukur kekerasan / Hardness tester, kemudian alat tersebut akan menunjukkan angka yang menjadi nilai kekerasan obat tersebut. Apabila pengujian kekerasan telah dilakukan maka obat akan diuji kembali dengan mikroskop untuk melihat zat atau senyawa yang ada dalam obat akan hilang atau tidak setelah dilakukan pengujian tekanan.

Penekanan obat tidak dilakukan sampai hancur melainkan hanya beberapa persen saja. Hal ini bertujuan untuk menguji obat tersebut apakah cukup keras atau tidak untuk dilakukan pengemasan. Selain memiliki tingkat kekerasan yang cukup, obat tablet juga tidak boleh basah untuk menjaga agar obat tetap awet.

Pengujian ini dilakukan untuk melihat ketahanan pada obat, karena obat sangat sensitif dalam penempatannya. Apabila suhu terlalu panas maka obat akan mengalami kerusakan dan jika suhu terlalu lembab maka obat akan mengalami jamur dan tidak bisa lagi dikonsumsi oleh pasien. Setelah dilakukan pengujian di laboratorium maka obat akan siap dilakukan pengemasan dan siap untuk dikirim ke Rumah sakit dan apotek.

free webpage hit counter